JA slide show
Home Artikel
Artikel
Hasil Pelatihan Print E-mail
Wednesday, 03 April 2013 13:00

PAPKI Incasindo memberikan pelatihan kewirausahaan ke beberapa Paroki dan Credit Union. "Pelatihan Bisnis Kuliner Sehat - membuat Bronis dari Tepung Singkong - CASFO"

Dari pelatihan tersebut, ada beberapa peserta yang berhasil membuat dan memasarkan produk (hasil pelatihan tersebut)

Yang menarik Bronis Tela berhasil mengundang Stasiun Televisi untuk meliput proses pembuatannya dan memasukan dalam acara inspirasi pagi.

Mau lihat hasil liputannya, silahkan klik : http://youtu.be/JPlqMU_Hiv0

 
Sensitivitas Gluten Saat Hamil Berkaitan dengan Mental Anak Print E-mail
Monday, 16 July 2012 13:21

Jakarta, Anak-anak yang lahir dari ibu yang sensitif terhadap gluten mungkin berisiko lebih tinggi terhadap skizofrenia atau penyakit kejiwaan lainnya di kemudian hari. Gluten adalah sejenis protein yang terkandung dalam sereal, pati dan gandum.
Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Kelainan ini diyakini muncul dari interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Faktor risiko yang diketahui termasuk usia ayah, paparan virus atau zat beracun di dalam rahim, obat psikoaktif yang digunakan selama remaja dan stres yang ekstrim.

Read more...
 
Mengapa tepung CasFo baik untuk Penyandang Autis Print E-mail
Monday, 09 July 2012 12:52

Kelainan pencernaan pada anak autis adalah adanya lubang-lubang kecil pada saluran pencernaan mereka, tepatnya di mukosa usus. Gluten adalah protein yang susah dicerna kerena termasuk asam amino pendek (peptida). Dalam keadaan normal peptida hanya diabsorbsi sedikit dan sisanya dibuang, namun adanya kebocoran dimukosa usus menyebabkannya masuk ke dalam sirkulasi darah. Didalam darah peptida hanya sebentar, karena sebagian dikeluarkan lewat urine dan sisanya masuk ke dalam otak yang dapat menempel kedalam reseptor opioid otak. Nantinya peptida akan berubah menjadi morfin yang dapat mempengaruhi susunan saraf dan dapat menimbulkan gangguan perilaku. Tepung CasFo merupakan sumber makanan yang bebas Gluten, sehingga aman untuk penyandang autis dan mereka yang alergi terhadap gluten.

 
Indonesia masih import 100% terigu Print E-mail
Monday, 09 July 2012 12:36

Ketergantungan masyarakat terhadap Tepung terigu yang bahan bakunya dari “Tepung gandum yang 100% diimport merupakan contoh jebakan pangan yang menciptakan ketergantungan” Kompas 11 mei 2012.

Seorang bocah mengigit poster yang dipegang orang tuanya yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Kecil Pengolah Terigu (PPKT) saat berunjukrasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (23/2). Mereka mendesak KPK untuk menyelidiki dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang oleh oknum Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Kemendag yang berkolusi dengan importir gandum besar terkait terbitnya rekomendasi tentang bea masuk anti dumping gandum/terigu dari Turki. FOTO ANTARA/Andika Wahyu/ss/mes/12.  www.antarafoto.com

 
Mendayagunakan potensi pangan lokal Print E-mail
Monday, 09 July 2012 12:31

"Penggunaan singkong sebagai bahan makanan sehat belum dilakukan secara optimal"

Ancaman perubahan Iklim global berdampak sangat besar terhadap ketersediaan gandum dunia. Indonesia sebagai salah satu Negara pengimpor gandum keempat terbesar didunia harus mewaspadai hal ini karena sangat tergantung pada pihak asing. Berdasarkan data tahun 2010, impor gandum Indonesia mencapai 5,3 juta ton/ tahun. Dengan peningkatan rata-rata 7% / tahun. Untuk mengantisipasi hal ini, alternative yang tepat adalah mendayagunakan potensi pangan local yakni umbi-umbian, terutama singkong (Manihot utillisima).

Indonesia merupakan Negara penghasil singkong ketiga terbesar di dunia setelah Brazil. Sehingga berpotensi untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Singkong yang biasa dikenal sebagai bahan baku pangan local, ternyata memiliki kandungan gizi baik (Karbohidrat kompleks) dan bebas gluten sehingga baik untuk penderita diabet dan penyandang autis.

Meskipun demikian, tidak banyak orang yang menyadari ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari singkong. Bahkan singkong sering digunakan sebagai bahan sindiran atau ejekan. Di Indonesia pemanfaatan singkong untuk konsumsi hanya diolaah sebagai bahan pangan tradisional seperti tiwul, gatot, gaplek, dll. Sementara sisanya digunakan sebagai pakan ternak.